FOTO VIDEO Archives | HaKI Perkumpulan Hutan Kita Institute Thu, 11 Sep 2025 16:42:50 +0000 en-US hourly 1 https://hutaninstitute.or.id/wp-content/uploads/2025/09/cropped-haki-logo-32x32.png FOTO VIDEO Archives | HaKI 32 32 Film Kibuk “Wisata Kudai” | HKM – Perhutanan Sosial | HaKI https://hutaninstitute.or.id/film-kibuk-wisata-kudai-hkm-perhtanan-sosial-haki/ Fri, 11 Nov 2022 00:25:18 +0000 https://hutaninstitute.or.id/?p=5523 Perhutanan Sosial (PS) adalah sistem pengelolaan hutan lestari yang dilaksanakan dalam kawasan hutan negara atau hutan hak/hutan adat yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat atau masyarakat hukum adat sebagai pelaku utama untuk meningkatkan kesejahteraannya, keseimbangan lingkungan, dan dinamika sosial budaya. Sehingga Perhutanan Sosial tidak sekedar memberi kepastian hak kelola lahan, melainkan juga terkait dengan kesempatan usaha, […]

The post Film Kibuk “Wisata Kudai” | HKM – Perhutanan Sosial | HaKI appeared first on HaKI.

]]>

Perhutanan Sosial (PS) adalah sistem pengelolaan hutan lestari yang dilaksanakan dalam kawasan hutan negara atau hutan hak/hutan adat yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat atau masyarakat hukum adat sebagai pelaku utama untuk meningkatkan kesejahteraannya, keseimbangan lingkungan, dan dinamika sosial budaya.

Sehingga Perhutanan Sosial tidak sekedar memberi kepastian hak kelola lahan, melainkan juga terkait dengan kesempatan usaha, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Pencapaiaan tujuan Perhutanan Sosial tersebut memerlukan peran dari berbagai pihak terkait.

Penggalian potensi indikasi Perhutanan Sosial tetap harus dilanjutkan, karena pencapaian target 12,7 juta hektar belum tercapai. Penguatan kelembagaan bagi yang telah menerima izin juga tidak dapat ditinggalkan, karena pemberian izin tentu bersamamaan dengan tanggung jawab yang diemban.

Demikian halnya dengan penguatan sumber daya manusia dalam bidang ekonomi, ekologi, dan sosial menjadi pembelajaran yang tidak pernah habisnya dilakukan. Sehingga tidak putuslah rangkaian ikhtiar pencapaian tujuan Perhutanan Sosial untuk meningkatkan kesejahteraannya, dinamika sosial budaya, dan keseimbangan lingkungan.

Film Kibuk menceritakan perjalanan petani di kawasan hutan lindung Pagar Alam, Sumatera Selatan, yang sekarang telah menjadi Hutan Kemasyarakatan.

Konflik, kesepahaman, pengajuan Perhutanan Sosial yang berliku, sampai dengan bertemu dengan Presiden Jokowi, dan menuai harap membangun Hutan Kemasyarakatan untuk kesejahteraaan masyarakat, budaya dan kelestarian lingkungan yeng lebih baik.

Film Kibuk terdiri dari beberapa bagian ; Intro, Saling Jagal, Diundang Jokowi, Dampingan, dan Wisata ‘kudai’.

Silakan di tonton bagian 1 “Saling Jagal”
Full version nya di Youtube Hutan Kita Channel
Intro : https://youtu.be/zdEWoskORaA
Bagian 1 “Saling Jagal” : https://youtu.be/_fuBeaBoZ70
Bagian 2 “Diundang Jokowi: : https://youtu.be/GzJjH3xDWIY
Bagian 3 “dampingan” : https://youtu.be/i1IbrjU5XF8

The post Film Kibuk “Wisata Kudai” | HKM – Perhutanan Sosial | HaKI appeared first on HaKI.

]]>
Film Kibuk “Dampingan” | HKM – Perhutanan Sosial | HaKI https://hutaninstitute.or.id/film-kibuk-dampingan-hkm-perhutanan-sosial-haki/ Tue, 08 Nov 2022 08:26:13 +0000 https://hutaninstitute.or.id/?p=5518 Film Kibuk “Dampingan” | HKM- Perhutanan Sosial | HaKI Film Kibuk menceritakan perjalanan petani di kawasan hutan lindung Pagar Alam, Sumatera Selatan, yang sekarang telah menjadi Hutan Kemasyarakatan (HKM). Konflik, kesepahaman, pengajuan Perhutanan Sosial yang berliku, sampai dengan bertemu dengan Presiden Jokowi, dan menuai harap membangun Hutan Kemasyarakatan untuk kesejahteraaan masyarakat, budaya dan kelestarian lingkungan […]

The post Film Kibuk “Dampingan” | HKM – Perhutanan Sosial | HaKI appeared first on HaKI.

]]>
Film Kibuk “Dampingan” | HKM- Perhutanan Sosial | HaKI


Film Kibuk menceritakan perjalanan petani di kawasan hutan lindung Pagar Alam, Sumatera Selatan, yang sekarang telah menjadi Hutan Kemasyarakatan (HKM).

Konflik, kesepahaman, pengajuan Perhutanan Sosial yang berliku, sampai dengan bertemu dengan Presiden Jokowi, dan menuai harap membangun Hutan Kemasyarakatan untuk kesejahteraaan masyarakat, budaya dan kelestarian lingkungan yeng lebih baik.

Film Kibuk terdiri dari beberapa bagian ; Intro, Saling Jagal, Diundang Jokowi, Dampingan, dan Wisata ‘kudai’.

Silakan di tonton bagian 3 “Dampingan”

Full version nya di Youtube Hutan Kita Channel

Intro : https://youtu.be/zdEWoskORaA
Bagian 1 “Saling Jagal” : https://youtu.be/_fuBeaBoZ70
Bagian 2 “Diundang Jokowi: : https://youtu.be/GzJjH3xDWIY
Bagian 3 “dampingan” : https://youtu.be/i1IbrjU5XF8

The post Film Kibuk “Dampingan” | HKM – Perhutanan Sosial | HaKI appeared first on HaKI.

]]>
Film Kibuk “Diundang Jokowi” | HKM – Perhutanan Sosial |HaKI https://hutaninstitute.or.id/film-kibuk-diundang-jokowi-hkm-perhutanan-sosial-haki/ Wed, 02 Nov 2022 04:37:28 +0000 https://hutaninstitute.or.id/?p=5511 Film Kibuk “Diudnang Jokowi” | HKM – Perhutanan Sosial | Haki Film Kibuk menceritakan perjalanan petani di kawasan hutan lindung Pagar Alam, Sumatera Selatan, yang sekarang telah menjadi Perhutanan Sosial- Hutan Kemasyarakatan. Konflik, kesepahaman, pengajuan Perhutanan Sosial yang berliku, sampai dengan bertemu dengan Presiden Jokowi, dan menuai harap membangun Hutan Kemasyarakatan untuk kesejahteraaan masyarakat, budaya […]

The post Film Kibuk “Diundang Jokowi” | HKM – Perhutanan Sosial |HaKI appeared first on HaKI.

]]>
Film Kibuk “Diudnang Jokowi” | HKM – Perhutanan Sosial | Haki

Film Kibuk menceritakan perjalanan petani di kawasan hutan lindung Pagar Alam, Sumatera Selatan, yang sekarang telah menjadi Perhutanan Sosial- Hutan Kemasyarakatan.

Konflik, kesepahaman, pengajuan Perhutanan Sosial yang berliku, sampai dengan bertemu dengan Presiden Jokowi, dan menuai harap membangun Hutan Kemasyarakatan untuk kesejahteraaan masyarakat, budaya dan kelestarian lingkungan yeng lebih baik.

Film Kibuk terdiri dari beberapa bagian ; Intro, Saling Jagal, Diundang Jokowi, Dampingan, dan Wisata ‘kudai’.

Silakan di tonton Film Perhutanan Sosial bagian 2 – Kibuk “Diundang Jokowi”

Full version nya di Youtube Hutan Kita Channel

film #perhutanansosial #hkm #kibuk #pagaralam #sumateraselatan #jokowi

The post Film Kibuk “Diundang Jokowi” | HKM – Perhutanan Sosial |HaKI appeared first on HaKI.

]]>
Film Kibuk “Saling Jagal” | Bagian 1 | Perhutanan Sosial https://hutaninstitute.or.id/film-kibuk-saling-jagal-bagian-1-perhutanan-sosial/ Fri, 28 Oct 2022 08:04:24 +0000 https://hutaninstitute.or.id/?p=5506 Film Kibuk ” Saling Jagal” Perhutanan Sosial Film Kibuk menceritakan perjalanan petani di kawasan hutan lindung Pagar Alam, Sumatera Selatan, yang sekarang telah menjadi Hutan Kemasyarakatan. Konflik, kesepahaman, pengajuan Perhutanan Sosial yang berliku, sampai dengan bertemu dengan Presiden Jokowi, dan menuai harap membangun Hutan Kemasyarakatan untuk kesejahteraaan masyarakat, budaya dan kelestarian lingkungan yeng lebih baik. […]

The post Film Kibuk “Saling Jagal” | Bagian 1 | Perhutanan Sosial appeared first on HaKI.

]]>
Film Kibuk ” Saling Jagal” Perhutanan Sosial

Film Kibuk menceritakan perjalanan petani di kawasan hutan lindung Pagar Alam, Sumatera Selatan, yang sekarang telah menjadi Hutan Kemasyarakatan.

Konflik, kesepahaman, pengajuan Perhutanan Sosial yang berliku, sampai dengan bertemu dengan Presiden Jokowi, dan menuai harap membangun Hutan Kemasyarakatan untuk kesejahteraaan masyarakat, budaya dan kelestarian lingkungan yeng lebih baik.

Film Kibuk terdiri dari beberapa bagian ; Intro, Saling Jagal, Diundang Jokowi, Dampingan, dan Wisata ‘kudai’.

Silakan di tonton.

The post Film Kibuk “Saling Jagal” | Bagian 1 | Perhutanan Sosial appeared first on HaKI.

]]>
Film Kibuk | Intro | Perhutanan Sosial https://hutaninstitute.or.id/film-kibuk-intro-perhutanan-sosial/ Fri, 28 Oct 2022 07:31:54 +0000 https://hutaninstitute.or.id/?p=5499 Film Kibuk menceritakan perjalanan petani di kawasan hutan lindung Pagar Alam, Sumatera Selatan, yang sekarang telah menjadi Hutan Kemasyarakatan. Konflik, kesepahaman, pengajuan Perhutanan Sosial yang berliku, sampai dengan bertemu dengan Presiden Jokowi, dan menuai harap membangun Hutan Kemasyarakatan untuk kesejahteraaan masyarakat, budaya dan kelestarian lingkungan yeng lebih baik. Film Kibuk terdiri dari beberapa bagian ; […]

The post Film Kibuk | Intro | Perhutanan Sosial appeared first on HaKI.

]]>
Film Kibuk menceritakan perjalanan petani di kawasan hutan lindung Pagar Alam, Sumatera Selatan, yang sekarang telah menjadi Hutan Kemasyarakatan.

Konflik, kesepahaman, pengajuan Perhutanan Sosial yang berliku, sampai dengan bertemu dengan Presiden Jokowi, dan menuai harap membangun Hutan Kemasyarakatan untuk kesejahteraaan masyarakat, budaya dan kelestarian lingkungan yeng lebih baik.

Film Kibuk terdiri dari beberapa bagian ; Intro, Saling Jagal, Diundang Jokowi, Dampingan, dan Wisata ‘kudai’.

Silakan di tonton.

Full version nya di Youtube Hutan Kita Channel

The post Film Kibuk | Intro | Perhutanan Sosial appeared first on HaKI.

]]>
Agrowisata Bukit Gatan – Hutan Desa Sukorejo https://hutaninstitute.or.id/agrowisata-bukit-gatan-hutan-desa-sukorejo/ Fri, 09 Sep 2022 09:48:35 +0000 https://hutaninstitute.or.id/?p=5448 Hutan Desa Sukorejo berada di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Selain kopi dan karet, Perhutanan Sosial ini memiliki potensi wisata alam. Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Bukit Gatan telah membuktikan kemandiriannya mengembangkan pariwisata di Hutan Desa Sukorejo. Bersama Hutan Kita Institute (HaKI) dan KPH mendampingi pengembangan pasca izin termasuk pengembangan potensi wisata di sana. Video […]

The post Agrowisata Bukit Gatan – Hutan Desa Sukorejo appeared first on HaKI.

]]>

Hutan Desa Sukorejo berada di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Selain kopi dan karet, Perhutanan Sosial ini memiliki potensi wisata alam.

Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Bukit Gatan telah membuktikan kemandiriannya mengembangkan pariwisata di Hutan Desa Sukorejo.

Bersama Hutan Kita Institute (HaKI) dan KPH mendampingi pengembangan pasca izin termasuk pengembangan potensi wisata di sana.

Video @deddypermana Musik ; Fun In The Sun – Crish Haugen

The post Agrowisata Bukit Gatan – Hutan Desa Sukorejo appeared first on HaKI.

]]>
Menikmati Jeruk Gergah dan pemandangan di Agrowisata Gunung Dempo https://hutaninstitute.or.id/menikmati-jeruk-gergah-dan-pemandagan-di-agrowisata-gunung-dempo-pagaralam-sumsel/ Fri, 18 Sep 2020 06:40:00 +0000 https://hutaninstitute.or.id/?p=4875 Agrowisata ini berada di wilayah Perhutanan Sosial Hutan Kemasyarakatan (HKm) Kibuk kota Pagaralam Sumatera Selatan, Hutan Kemasyarakatan Kibuk merupakan salah satu HKm Yang di dampingi Perkumpulan Hutan Kita Institute, HKM ini mempunyai luas areal 450 ha secara adminstrasi masuk ke wilayah Secara Administrasi Dusun Gunung Agung Pauh berada di dalam kelurahan Agung Lawangan Kecamatan Dempo […]

The post Menikmati Jeruk Gergah dan pemandangan di Agrowisata Gunung Dempo appeared first on HaKI.

]]>

vidio By GERAI HUTAN TV

Agrowisata ini berada di wilayah Perhutanan Sosial Hutan Kemasyarakatan (HKm) Kibuk kota Pagaralam Sumatera Selatan, Hutan Kemasyarakatan Kibuk merupakan salah satu HKm Yang di dampingi Perkumpulan Hutan Kita Institute, HKM ini mempunyai luas areal 450 ha secara adminstrasi masuk ke wilayah Secara Administrasi Dusun Gunung Agung Pauh berada di dalam kelurahan Agung Lawangan Kecamatan Dempo Utara. Perekonomian masyarakat di sekitar kelurahan Agung Lawangan berada disektor perkebunan dan pertanian. Hasil Alam Pengelolaan lahan disektor perkebunan mereka mengandalkan kebun kopi, lada, teh dan Agrowisata kebun Jeruk Gergah.

The post Menikmati Jeruk Gergah dan pemandangan di Agrowisata Gunung Dempo appeared first on HaKI.

]]>
Menelusuri Keberadaan Tambang Rakyat di Jalinteng Muara Enim https://hutaninstitute.or.id/menguak-kebaradaan-tambang-rakyat-di-jalinteng-muara-enim/ https://hutaninstitute.or.id/menguak-kebaradaan-tambang-rakyat-di-jalinteng-muara-enim/#respond Thu, 18 Jun 2020 07:08:13 +0000 https://hutaninstitute.or.id/?p=4774 Investigasi Oleh : Tim Kolaborasi Media Tribun Sumsel, NGO HaKI, NGO PINUS dan KANOPI Praktek Tambang Batu Bara (PETI), di Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan tersebar di Dua Kecamatan, Yaitu Kecamatan Tanjung Agung dan Kecamatan Lawang Kidul. Tambang Batu Bara (PETI) atau biasanya disebut masyarakat setempat dengan sebutan Tambang Batu Bara Rakyat sudah mulai […]

The post Menelusuri Keberadaan Tambang Rakyat di Jalinteng Muara Enim appeared first on HaKI.

]]>
Investigasi Oleh : Tim Kolaborasi Media Tribun Sumsel, NGO HaKI, NGO PINUS dan KANOPI

Praktek Tambang Batu Bara (PETI), di Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan tersebar di Dua Kecamatan, Yaitu Kecamatan Tanjung Agung dan Kecamatan Lawang Kidul. Tambang Batu Bara (PETI) atau biasanya disebut masyarakat setempat dengan sebutan Tambang Batu Bara Rakyat sudah mulai sejak tahun 2009 hingga sekarang. Sejak tahun 2011, Praktek pertambangan batu bara ilegal yang dilakukan masyarakat di dua kecamatan ini semakin masif dan terang-terangan serta terbuka, Walaupun dalam proses penambanganya tidak mengunakan alat berat hanya mengunakan Cangkul, sekop, Linggis, pahat, palu godam dan Blencong.

Hamparan karung berisi batubara berjejer bertumpuk di sepanjang sisi jalan Dusun Karso Desa Darmo, Kabupaten Muaraenim di pos-pos cukong pengepul. Tim investigassi bergerak menuju mulut tambang ilegal di Desa Darmo. Tim terpaksa menyamar untuk menembus lokasi mulut tambang mengingat rawannya daerah itu. Mulut tambang menganga paling tidak selebar kurang lebih 20 meter. Dari dasar mulut tambang tampak belasan terowongan tambang. Kabarnya terowongan ini bahkan begitu jauh dan dalam sampai ke bawah rumah-rumah penduduk dan jalan raya. Tak ada tali atau kelengkapan apapun, bahkan sebagian dari mereka bertelanjang dada saat bekerja mengikis dinding lubang itu. Pecahan batubara pun berjatuhan di dasar lubang, bahkan diantaranya hingga menggunung tinggi. Di terowongan mereka dibantu oleh para tukang ojek yang membawa karung-karung batubara keluar dari dalam lorong. Aktivitas penambangan dapat dilakukan sepanjang waktu ditentukan fisik masing masing pekerja. “Cabang cabang terowongan biasanya berukuran lebih kecil, mungkin hanya muat untuk lalu lintas sepeda motor pembawa karung batubara,” katanya Ia menyebut para pekerja mendapatkan upah kisaran Rp. 2500 untuk satu karung. Sementara ojek batubara mendapatkan upah Rp. 3000-4000 perkarung tergantung dengan jarak. Satu mulut tambang dengan pekerja 20 orang saja, bisa mendatangkan uang sampai Rp 11,5 juta per hari. Pemilik tambang dan tuan tanah yang paling banyak mendapatkan keuntungan. Sementara satu orang pekerja yang sudah bekerja mati-matian dalam sehari hanya mendapat upah sebesar Rp 125 ribu. Dengan catatan ia mampu menambang 50 karung atau 2 ton batubara.

The post Menelusuri Keberadaan Tambang Rakyat di Jalinteng Muara Enim appeared first on HaKI.

]]>
https://hutaninstitute.or.id/menguak-kebaradaan-tambang-rakyat-di-jalinteng-muara-enim/feed/ 0
Pembentangan Spanduk Penolakan Jalan Tambang Di Hutan Harapan Jambi-Sumsel https://hutaninstitute.or.id/pembentangan-spanduk-penolakan-jalan-tambang-di-hutan-harapan-jambi-sumsel/ Sun, 28 Jul 2019 04:19:08 +0000 https://hutaninstitute.or.id/?p=4346 The post Pembentangan Spanduk Penolakan Jalan Tambang Di Hutan Harapan Jambi-Sumsel appeared first on HaKI.

]]>
The post Pembentangan Spanduk Penolakan Jalan Tambang Di Hutan Harapan Jambi-Sumsel appeared first on HaKI.

]]>
Ular Emas Khas Hutan Mangrove https://hutaninstitute.or.id/ular-emas-khas-hutan-mangrove/ https://hutaninstitute.or.id/ular-emas-khas-hutan-mangrove/#respond Sun, 25 Mar 2018 14:14:02 +0000 https://hutaninstitute.or.id/?p=1714 Bagian atas kepala berwarna hitam dengan sisik-sisik pada bibir atas dan bawahnya terdapat bercak-bercak berwarna kuning. Lehernya kuning polos, ada garis-garis sutur berwarna hitam (tepinya hitam). Badan berwarna dasar hitam gelap (kadang berbintik-bintik kuning) dengan bagian sisinya terdapat sekitar 35-52 belang (cincin) berwarna kuning yang melingkari, tetapi tidak menyatu sampai ke punggung maupun perut. Pada […]

The post Ular Emas Khas Hutan Mangrove appeared first on HaKI.

]]>
Bagian atas kepala berwarna hitam dengan sisik-sisik pada bibir atas dan bawahnya terdapat bercak-bercak berwarna kuning. Lehernya kuning polos, ada garis-garis sutur berwarna hitam (tepinya hitam). Badan berwarna dasar hitam gelap (kadang berbintik-bintik kuning) dengan bagian sisinya terdapat sekitar 35-52 belang (cincin) berwarna kuning yang melingkari, tetapi tidak menyatu sampai ke punggung maupun perut. Pada bagian anterior badan, cincin kuning tersebut berlanjut sampai ke bagian tengah dan menyatu dengan pinggir badannya yang berwarna hitam

Ular cincin emas atau yang juga dikenal dengan nama ular tali wangsa, adalah sejenis ular berbisa menengah dari suku Colubridae. Ular ini diberi nama ular cincin emas karena punggung ular ini berwarna belang-belang kuning emas dan hitam pekat, dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Black mangrove cat snake atau Gold-ringed catsnake. Sedangkan nama ilmiahnya adalah Boiga dendrophila.

Panjang jarak moncong-anus mencapai 1308 mm. Sisik bibir atas berjumlah 8, sisik ketiga sampai kelima menyentuh mata tetapi jarang yang berjumlah 9 dimana sisik keempat sampai keenam menyentuh mata. Sisik loreal berbentuk persegi atau lebih panjang sedikit dari jarak tingginya. Preocular 1 jarang ada yang 2 sisik. Sisik postocular 2. Sisik temporal 2+2 atau 2+3. Sisik-sisik dorsal badannya halus dan bagian tengahnya terdiri dari 21 baris. Sisik-sisik ventral 212-227. Sisik anal tunggal sedangkan sisik-sisik subcaudal berjumlah 95-105 dan ganda.

Ular ini sering ditemukan melingkar di cabang pohon yang menjuntai pada manrove di tepi pantai atau cabang pohon di tepi sungai dalam hutan. Aktifitas hariannya pada malam hari dan termasuk jenis ular yang arboreal. Makanannya adalah mamalia kecil, terutama anak burung dan kadal. Ular ini termasuk jenis dengan gigi taring yang letaknya di belakang rahang atas, Walaupun perilakunya terlihat jinak (penurut) dan seringkali dipelihara orang untuk ular peliharaan namun tergolong jenis dengan bisa sedang

The post Ular Emas Khas Hutan Mangrove appeared first on HaKI.

]]>
https://hutaninstitute.or.id/ular-emas-khas-hutan-mangrove/feed/ 0