Menu

    Waspadai Puncak Musim Kemarau di Sumatera Selatan Tahun 2022

    Prakiraan Awal Musim Kemarau Tahun 2022

    Awal Musim Kemarau tahun 2022 akan merata di sebagian besar wilayah Sumatera Selatan pada awal Juni. Sedanngkan di wilayah OKI bagian barat, Palembang bagian timur, sebagian kecil Banyuasin bagian tenggara perkiraan muism kemarau sudah mulai pada pertengahan bulan Mei. Dan wilayah Empat Lawang bagian tengah hingga timur, Lahat bagian tengah, Pagar Alam bagian utara, Muara Enim bagian selatan, OKU bagian barat daya, OKU Selatan bagian barat laut akan memasuki Musim Kemarau 2022 pada awal bulan Juli.

    Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan awal musim kemarau berdasar jumlah curah hujan selama satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh dua dasarian berikutnya.

    Perbandingan Prakiraan Awal Musim Kemarau Tahun 2022

    Sebagian besar wilayah Sumatera Selatan akan mengalami awal musim yang sama dengan klimatologisnya. Wilayah Empat Lawang bagian tengah hingga timur, Lahat bagian tengah, Pagar Alam bagian utara, Muara Enim bagian selatan, OKU bagian barat daya, OKU Selatan bagian barat laut akan mengalami Musim Kemarau 2022 lebih awal. Wilayah Musi Rawas bagian timur, Musi Banyuasin bagian selatan, Empat Lawang bagian utara,

    Lahat bagian utara, PALI bagian barat, Muara Enim bagian tengah, Prabumulih bagian selatan, Ogan Ilir bagian barat daya, sebagian besar OKU, OKU Timur bagian utara, Ogan Ilir bagian timur, dan OKI bagian barat daya diprakirakan akan mengalami awal musim kemarau yang terlambat sejauh dua (2) dasarian.

    Prakiraan Sifat Musim Kemarau Tahun 2022
    Sifat Musim Kemarau tahun 2022, 57% wilayah di Sumatera Selatan akan mengalami sifat musim dengan kategori Normal. Sedangkan 43% wilayah lainnya akan mengalami sifat musim dengan kategori Atas Normal.

    Prakiraan Puncak Musim Kemarau 2022

    Puncak Musim Kemarau tahun 2022 diprakirakan akan terjadi pada bulan Juni di wilayah Musi Rawas Utara bagian selatan, Musi Rawas bagian barat, Lubuk Linggau, Empat Lawang bagian barat laut. Sebanyak 29% wilayah di bagian barat Sumatera Selatan akan mengalami puncak Musim Kemarau pada bulan Juli dan 57% wilayah lainnya akan mengalami puncak Musim Kemarau tahun 2022 di bulan September.

    Kendati Musim Kemarau tahun 2022 sudah di depan mata tetap waspadai potensi hujan tinggi di sisa periode Musim Hujan ini. Bijak dalam penggunaan air bersih dan jaga lingkungan tetap aman dari kebakaran hutan dan lahan.

    More From Forest Beat

    Bencana Tidak Jatuh Dari Langit

    Sekelumit Catatan Hutan Sumatera Selatan Tahun 1990-2024 Ketika bencana menerjang, narasi yang muncul sering kali beragam. Perubahan iklim dengan cuaca extrimnya atau bahkan bencana itu...
    ARTICLE
    3
    minutes

    Mengawal Keberlanjutan Perhutanan Sosial di Sumatera Selatan

    Dalam beberapa tahun terakhir, perhutanan sosial (PS) masih menjadi salah satu solusi penting untuk mendorong pemberdayaan masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta mengurani tekanan terhadap...
    Berita
    2
    minutes

    Sosialisasi Sistem Monev: Perkuat Perencanaan dan Perapihan Administrasi MHA Ghimbe Peramunan

    Pengelolaan Hutan Adat yang berkelanjutan melalui penguatan kapasitas Masyarakat Hukum Adat (MHA), dan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Sumatera Selatan (Sumsel), diharapkan meningkatkan...
    Berita
    2
    minutes

    Sosialisasi Sistem Monev: Tingkatkan Partisipasi MHA Tebat Benawa Datangkan Dukungan Para...

    Hutan Kita Institute (HaKI) mengapresiasi partisipasi aktif Masyarakat Hukum Adat (MHA) Tebat Benawa, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan (Sumsel), dalam upaya mengelola Hutan Adat (HA)...
    Berita
    2
    minutes
    spot_imgspot_img