Menu

    Penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) Dalam Rangka Pengembangan Produksi dan kualitas kopi berkelanjutan di Pagaralam

    Pemerintah Pagaralam Indonesia dan beberapa lembaga, yaitu IDH (Inisiatif Dagang Hijau), NedCoffee, BDC (Business Development Center), HaKI (Hutan Kita Insitute) menandatangani nota kesepahaman bersama (memorandum of understanding/MoU) untuk mengembangkan produksi dan kualitas kopi berkelanjutan di Pagaralam, Sabtu (6/1/18).

    Ketua Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH) Fitrian Ardiansyah mengatakan, kerjasama ini bertujuan untuk memberdayakan dan meningkatkan produktivitas kopi yang berkelanjutan, perlindungan kawasan hutan lindung dan wilayah konservasi pemerintah dan meningkatkan pasar petani kopi melalui Pagar Alam Sustainable Coffee Program.

    Nota kesepahaman ini berisi berbagai hal mendasar untuk pengembangan produktivitas kopi seperti fasilitasi petani kopi dan masyarakat yang bermukim dan dekat dengan kawasan hutan lindung serta kawasan konservasi agar melakukan praktik-pratik Pengelolaan lahan dengan menerapakan prinsip-prinsip pertanian berkelanjutan atau good agriculture practices (GAP) dan pemasaran kopi yang berkelanjutan.

    Melalui MoU ini Para Pihak bermaksud untuk bekerjasama selama 3 (tiga) tahun, dimulai dari 6 Januari 2018 dan berakhir pada 31 Desember 2020.

     

    More From Forest Beat

    Bencana Tidak Jatuh Dari Langit

    Sekelumit Catatan Hutan Sumatera Selatan Tahun 1990-2024 Ketika bencana menerjang, narasi yang muncul sering kali beragam. Perubahan iklim dengan cuaca extrimnya atau bahkan bencana itu...
    ARTICLE
    3
    minutes

    Mengawal Keberlanjutan Perhutanan Sosial di Sumatera Selatan

    Dalam beberapa tahun terakhir, perhutanan sosial (PS) masih menjadi salah satu solusi penting untuk mendorong pemberdayaan masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta mengurani tekanan terhadap...
    Berita
    2
    minutes

    Sosialisasi Sistem Monev: Perkuat Perencanaan dan Perapihan Administrasi MHA Ghimbe Peramunan

    Pengelolaan Hutan Adat yang berkelanjutan melalui penguatan kapasitas Masyarakat Hukum Adat (MHA), dan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Sumatera Selatan (Sumsel), diharapkan meningkatkan...
    Berita
    2
    minutes

    Sosialisasi Sistem Monev: Tingkatkan Partisipasi MHA Tebat Benawa Datangkan Dukungan Para...

    Hutan Kita Institute (HaKI) mengapresiasi partisipasi aktif Masyarakat Hukum Adat (MHA) Tebat Benawa, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan (Sumsel), dalam upaya mengelola Hutan Adat (HA)...
    Berita
    2
    minutes
    spot_imgspot_img